i

Terbaru dari

News
Supiatun, Pejuang Pendidikan Karo (1)

Supiatun, Pejuang Pendidikan Karo (1)

Dulu, ia adalah guru madrasah yang berlokasi di perumahan PT Arun, Lhokseumawe, Aceh. Sebuah perusahaan gas, anak perusahaan Pertamina, yang pada tahun 90-an merupakan perusahaan penghasil LNG terbesar di dunia.

Jemput Siswa Pakai Becak

Jemput Siswa Pakai Becak

Tidak gampang mengajar anak-anak disitu. Mau saja mereka datang mengaji, sudah luar biasa. Tidak heran, Muhani dan suami sampai harus sering menjemput siswa-siswanya.

Shahibah Pun Dibolehkan Ujian

Shahibah Pun Dibolehkan Ujian

Sudah empat bulan ia menunggak uang sekolah. Akibatnya Shahibah terancam tidak bisa mengikuti ujian semester yang akan segera berlangsung.

Leli Bantu Orangtua Berladang

Leli Bantu Orangtua Berladang

Suaranya bagus. Pengucapan huruf hijaiyahnya cukup jelas. Bisa juga melagukan Al Qur’an. Hampir semua surat-surat pendek juz 30 sudah dihafal, oleh anak bernama lengkap Leli Setiawati ini.

Lumpuh Selama Enam Tahun

Lumpuh Selama Enam Tahun

 “Setiap ujian pasti ada hikmahnya. Saat ini Allah beri saya penyakit. Mungkin ini cara Allah agar saya berserah dan hanya berharap kepada-Nya. Bukan kepada ilmu, harta, anak atau apapun,” tutur Sonya (49 tahun)

Donasi Nisa

Donasi Nisa

Anisa terlahir sebagai anak petani. Mereka tinggal di Desa Tiga Jumpa, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Susanto

Susanto

Kemiskinan harta tak lantas membuat Susanto miskin aqidah. Tekadnya membangun masjid sangat kuat. Atas inisiatifnya, telah berdiri Masjid Al Ikhlas didepan rumahnya.

Ummi May

Ummi May

“Ada yang bayar 20 puluh ribu sebulan, gapapa yang penting mereka mau ngaji”, ucapnya. Sejak menginjak bangku sekolah menengah pertama (SMP), ia telah ikut menemani ayahanda dalam mengajar Qur’an. Sejak itu, perlahan ia mulai belajar dan menguasai hukum serta ilmu tajwid dengan baik.

Simpati Untuk Guru Ngaji Dan Da’i

Simpati Untuk Guru Ngaji Dan Da’i

Melalui kerjasama dengan beberapa donatur, dalam Ramadhan kali ini, Ulil Albab telah menyiapkan bantuan tunai atau paket sembako bagi puluhan guru ngaji dan da’i di berbagai lokasi di Medan, Deli Serdang, langkat, dan Karo, sebagai bentuk simpati atas kesulitan yang sedang mereka alami.