i

Terbaru dari

Sharing
Dari Gerobak ke Surga: Kisah Inspiratif Pedagang Susu Kedelai dan Empat Hafidz

Dari Gerobak ke Surga: Kisah Inspiratif Pedagang Susu Kedelai dan Empat Hafidz

“Sekarang saya lebih tenang jualan susu kedelai. Setelah subuh di masjid, saya langsung pergi keliling, sebelum dzuhur sudah pulang untuk shalat di masjid. Kalau siang belum habis, setelah dzuhur saya keliling lagi dan singgah ke masjid kalau sudah masuk waktu ashar, dan pulang sebelum maghrib” ucap Dodi.

Inspirasi Menghafal dari Sejarah Tarteel AI

Inspirasi Menghafal dari Sejarah Tarteel AI

“Minat menghafal Al-Quran terus tumbuh di kalangan profesional, sayangnya mereka sering terkendala akses guru. Tujuan alat ini awalnya mensiasati hal ini. Jadi jadwal setoran ke guru tetap ada, waktu jeda antar pertemuan dengan guru digunakan untuk murajaah bersama Tarteel AI ini,” kutip Tria.

Filantropi Wakaf Kawal Kejayaan Peradaban Islam

Filantropi Wakaf Kawal Kejayaan Peradaban Islam

Infrastruktur kesehatan publik negeri-negeri muslim era keemasan Islam diakui memiliki standar kualitas yang tinggi. Ini bisa dilihat dari angka harapan hidup penduduk (life expectancy) yang berada pada peringkat tertinggi dunia pada masanya.

Sukarjan: “Riba, biang masalah saya”

Sukarjan: “Riba, biang masalah saya”

Saat muda, ia bekerja sebagai cleaning service di sebuah pesantren, di daerah Medan Tembung. Takdir Allah, melalui kerja keras dan kejujurannya, hanya dalam setengah tahun, Sukarjan (50), naik posisi. Ia diamanahi jabatan staff tata usaha di pesantren tersebut.

IP 4.0 Rizky Ramadhani Nasution

IP 4.0 Rizky Ramadhani Nasution

“Hanya berupaya belajar sebaik mungkin saja. Saya juga berupaya memperkaya wawasan, dan pastinya bacaan terkait subjek kuliah,” ungkapnya.

Dari Ciamis Mengajar Ngaji Di Sidikalang

Dari Ciamis Mengajar Ngaji Di Sidikalang

“Tak pernah sekalipun saya meminta upah mengajar. Juga tak pernah saya tetapkan tarif. Ada murid yang sudah setahun belajar tapi tak pernah bayar. Tak pernah saya tagih. Ketika ada keinginan menagih sebab kesulitan hidup sangat menghimpit, seketika itu pula saya langsung ingat Allah. Minta ampun sama Allah sebab sudah mencoba lepas dari ketergantungan pada-Nya,” sambungnya soal prinsip hidupnya.

Ummi May

Ummi May

“Ada yang bayar 20 puluh ribu sebulan, gapapa yang penting mereka mau ngaji”, ucapnya. Sejak menginjak bangku sekolah menengah pertama (SMP), ia telah ikut menemani ayahanda dalam mengajar Qur’an. Sejak itu, perlahan ia mulai belajar dan menguasai hukum serta ilmu tajwid dengan baik.

Sepeda Motor  Butut 20 Tahun Setia Menemani

Sepeda Motor Butut 20 Tahun Setia Menemani

“Saya pikir tidak ada salahnya menjadi guru. Kasihan anak-anak kekurangan pengajar. Apalagi saya punya sedikit pengetahuan dalam bidang baca tulis Al Qur’an,” kenangnya, saat dijumpai Sahabat Pendidikan Ulil Albab.