Layanan Sosial & Kemanusiaan

i

Terbaru dari

Layanan Sosial & Kemanusiaan
Muslim Hutasalem Hidupkan Syiar Dan Bangun Kebersamaan

Muslim Hutasalem Hidupkan Syiar Dan Bangun Kebersamaan

Sejak dua tahun silam, masyarakat yang dibina oleh dai yang akrab disapa Ustadz Hendri ini, membuat satu tradisi yang khas dan unik. Mereka bergotong royong memasak sebagian kecil daging qurban dari Program Tebar Qurban (PTQ) Ulil Albab, untuk dijadikan santapan makan siang dan malam bersama.

Siswa Sekolah Bunayya Bantu Beras Pesantren

Siswa Sekolah Bunayya Bantu Beras Pesantren

“Senang sekali. Walau sehari-hari lauknya gak banyak, tapi kalau berasnya enak kami para santri pun jadi selera untuk makan,” tandas Azmi Hutagaol, santri yatim piatu di Ponpes Darussalam.

Longsoran Kecil Hambat Pengeboran Di UMK

Longsoran Kecil Hambat Pengeboran Di UMK

“Pas kami ngebor sampai kedalaman 8-10 meter, sempat terjadi longsoran kecil di lubang pengeboran. Jadinya harus diulang lagi,” terang Sahat Lingga, pimpinan tim.

Hadiah Daging Lebaran Untuk Nek Lidia

Hadiah Daging Lebaran Untuk Nek Lidia

Belakangan, kondisi nenek berumur 63 tahun itu sudah mulai sering sakit. Ia sudah tak kuat lagi berjalan jauh untuk bekerja di tempat biasa. Lebih banyak hanya berharap dari anaknya.

Becak Hilang, Kasim Terpaksa Kerja Serabutan

Becak Hilang, Kasim Terpaksa Kerja Serabutan

“Sering sehari cuma dapat 25 ribu sampai 30 ribu. Itulah yang kami pakek untuk belikan sekilo beras sama kecap dan telur untuk lauk. Mau beli beras yang pergoni uangnya gak cukup,” ungkap Kasim.

Infaq Beras Santri

Infaq Beras Santri

“Kami sangat berharap Infaq Beras Santri (IBS) ini bisa rutin setiap bulan kami dapatkan. Supaya tidak ada lagi pengurangan jatah lauk Santri.” (Ustadz. Juni, Ponpes Tahfidz Al Muhajirin, Medan Sunggal)

Solusi Sumur Bor Masjid Di Sugau

Solusi Sumur Bor Masjid Di Sugau

Untuk berwudhu, jama’ah biasa menggunakan sumber air dari sumur gali dangkal dengan kedalaman 6 meter. Jika musim kemarau, air sumur menyusut. Pihak BKM terpaksa harus membeli air. Untuk keperluan masjid, mereka biasa membeli dua tangki air/hari.

Berharap Mushalla Al Fachri Jadi Masjid

Berharap Mushalla Al Fachri Jadi Masjid

Mushalla ini berdiri di lingkungan mayoritas non muslim. Dari ratusan keluarga, hanya ada 70 keluarga muslim. Biasanya hanya ramai saat shalat subuh, maghrib, dan isya. Sebabnya, mayoritas warga muslim sekitar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.