Karena faktor keterbatasan modal, banyak pelaku usaha kecil dan mikro yang terkesan kurang memperhatikan sarana berdagang. Padahal, salah satu alasan yang membuat pelanggan atau konsumen tertarik berbelanja, adalah tampilan dagangan.

Sering dijumpai meja atau kursi pelanggan yang sudah tidak layak, steling tempat memajang dagangan yang jorok atau kumuh, dan sejenisnya.

Para pedagang kecil, terpaksa membiarkan kondisi itu, karena memang keuntungan yang didapat dari perputaran modal, hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup. Sarana belum menjadi prioritas.

Rubiyanti (40) adalah diantaranya. Wanita yang kesehariannya berjualan mie sop di lingkungan rumahnya di Jl. Flamboyan, telah berjualan hampir 5 tahun. Kegigihan, membuat usahanya terus hidup.

Namun, meja dan steling tempat meletakkan jualan, sudah lama ingin digantinya. Kayunya telah keropos. Ia sadar, untuk dirinya yang berjualan makanan, faktor kebersihan dan tampilan kerap menjadi perhatian konsumen. Karena tabungan belum mencukupi, ia harus bersabar.

Beruntung, baru-baru ini ia terpilih sebagai salah satu penerima bantuan sarana berusaha, pada  program yang diinisiasi Ikhtiar Mandiri Finance (IMF), lembaga ekonomi syariah Ulil Albab, bekerjasama dengan YBM PLN UIKSBU.

Bantuan diberikan secara cuma-cuma kepada 9 orang pelaku usaha kecil dan mikro. Program ini, bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi penerima manfaat, hingga dapat berdampak pada peningkatan omset dan kualitas hasil produksi. IMF juga akan melakukan pembinaan kepada mereka.

“Sudah lama saya ingin punya steling baru, tapi belum ada uang untuk gantinya. Alhamdulillah, sekarang dapat bantuan steling. Dagangan saya jadi lebih enak dilihat,” ujar Rubiyanti bersyukur.

Lain lagi Edwin Hasanuddin (78). Pria tua yang masih energik ini, berjualan gulali di sekitaran kampus UNIMED dan UINSU. Selama ini, ia berjualan dengan mengambil barang dari pedagang besar. Keuntungannya tipis. Hanya Rp 1000/bungkus.

Melalui IMF Ulil Albab, ia memperoleh bantuan mesin pembuat gulali. Dengan adanya mesin tersebut, insya Allah diharapkan Edwin akan memperoleh pendapatan yang lebih besar.

Selain bantuan sarana, beberapa pelaku usaha juga diberikan bantuan modal usaha dengan jumlah bervariasi. Penyerahan akan dilakukan bertahap, dimulai awal Februari 2019 •

Share this: