Pemikiran, ide, atau gagasan, sering secara tidak segaja muncul dalam benak seseorang, baik itu ketika membaca, mengamati sesuatu, saat berkendara, dan sebagainya.

Bila tidak langsung dicatat, ide yang tiba-tiba melintas bisa lenyap begitu saja. Namun akan berbeda hasilnya, apabila ditulis kemudian diteruskan dengan proses berpikir yang sistematis dan mendalam, bisa jadi ide akan berubah menjadi sesuatu yang berdaya guna.

Menyadari berharganya setiap ide, Sahabat Pendidikan Ulil Albab, secara rutin mengadakan program yang menantang bagi puluhan peserta penerima beasiswa level mahasiswa, guna unjuk gagasan dalam event tahunan ‘Pekan Presentasi Ide’. Untuk kali ini, kegiatan berlangsung pada 17 Maret 2019, bertempat di kantor Ulil Albab.

Peserta ditantang untuk menuliskan setiap lontaran ide yang dimiliki, untuk kemudian dikembangkan menjadi model program kerja Sahabat Pendidikan Ulil Albab, sesuai dengan prioritas kebutuhan.

Pada tahap pertama, peserta menulis ide yang muncul dalam bentuk catatan sederhana. Pada tahap ini, setiap peserta dibimbing oleh alumni penerima beasiswa yang telah berpengalaman dalam proses ini sebelumnya. Tujuannya adalah, untuk mengembangkan ‘ide mentah’ dari peserta ke dalam bentuk yang mungkin diwujudkan.

Kemudian masuk tahap kedua, di mana ide memasuki tahapan implementasi meliputi 5W+1H, analisis SWOT, work breakdown structure, penjadwalan, hingga perencanaan biaya. Tahap akhir adalah penulisan, pembuatan slide presentasi, dan presentasi.

Program semisal Gerakan Waqaf Buku, Rumah Baca, Be A Huffaz, Dapur Umum 10K, adalah diantara beberapa bentuk pengembangan dari ide, yang kemudian diadopsi menjadi program Sahabat Pendidikan.

“Menurut saya presentasi ide ini penting sekali, karena program-programnya bisa meningkatkan kualitas para peserta beasiswa Ulil Albab, serta saat diimplementasi, dapat memberi bermanfaat bagi kalangan masyarakat dhuafa. Itu menjadi challenge tersendiri bagi kami para peserta,” ujar Firman, salah satu peserta beasiswa UA.

“Lewat program ini diharapkan peserta terbiasa peduli dengan kondisi sosial, dan selalu hadir menawarkan solusi praktis mengatasi hal tersebut,” harap Salman, manager Shabat Pendidikan UA. “Tentu sambil dibarengi dengan latihan soft skills manajerial, khususnya perencanaan,” imbuhnya §

 

Share this: