i

Terbaru dari

Ulil Albab
Shahibah Pun Dibolehkan Ujian

Shahibah Pun Dibolehkan Ujian

Sudah empat bulan ia menunggak uang sekolah. Akibatnya Shahibah terancam tidak bisa mengikuti ujian semester yang akan segera berlangsung.

Posko Kesehatan Gratis Korban Banjir

Posko Kesehatan Gratis Korban Banjir

“Sudah seminggu tangan saya berdenyut. Rasanya seperti dicucuk-cucuk jarum. Alhamdulillah baru sebentar diobati, sudah terasa enak,” ujar ibu Natashi (48), salah satu warga ●

Kepedulian Masih Mengalir Deras

Kepedulian Masih Mengalir Deras

Walaupun banjir Kota Medan sudah seminggu berlalu, namun kantor Ulil Albab masih terus kedatangan tamu yang menitipkan sejumlah bantuan. Baik perorangan maupun lembaga.

Aksi Senyap Untuk Paket Yang Terbatas

Aksi Senyap Untuk Paket Yang Terbatas

Dimulai dari pendataan warga yang sangat-sangat memerlukan. Hingga saat pembagian. Mobil ambulans Ulil Albab digunakan untuk mengangkut paket. Tujuannya, agar kehadiran tim tidak menarik perhatian warga.

Kesigapan Relawan UA Bantu Korban Banjir

Kesigapan Relawan UA Bantu Korban Banjir

“Tak banyak yang bisa diselamatkan. Barang di dalam rumah banyak terbawa air. Lebih 750 kotak bekas jualan saya, tak bisa diselamatkan. Padahal dari situlah uang masuk untuk kehidupan saya sehari-hari,” ujar Syahril Daulay, Imam di Masjid Abidin.

Leli Bantu Orangtua Berladang

Leli Bantu Orangtua Berladang

Suaranya bagus. Pengucapan huruf hijaiyahnya cukup jelas. Bisa juga melagukan Al Qur’an. Hampir semua surat-surat pendek juz 30 sudah dihafal, oleh anak bernama lengkap Leli Setiawati ini.

10 Tahun Sabaruddin Sabar Jalani Dakwah

10 Tahun Sabaruddin Sabar Jalani Dakwah

Sudah sekitar 8 tahun, Ulil Albab mendampingi dan mendukung dakwah Sabaruddin. Setiap bulan tim Sahabat Dakwah Ulil Albab menjenguknya, sambil menghantar insentif dana operasional dakwah. Semoga Sabaruddin istiqamah mendampingi pembinaan kaum muslimin Barus Jahe dan sekitarnya

Dari Ciamis Mengajar Ngaji Di Sidikalang

Dari Ciamis Mengajar Ngaji Di Sidikalang

“Tak pernah sekalipun saya meminta upah mengajar. Juga tak pernah saya tetapkan tarif. Ada murid yang sudah setahun belajar tapi tak pernah bayar. Tak pernah saya tagih. Ketika ada keinginan menagih sebab kesulitan hidup sangat menghimpit, seketika itu pula saya langsung ingat Allah. Minta ampun sama Allah sebab sudah mencoba lepas dari ketergantungan pada-Nya,” sambungnya soal prinsip hidupnya.

Lumpuh Selama Enam Tahun

Lumpuh Selama Enam Tahun

 “Setiap ujian pasti ada hikmahnya. Saat ini Allah beri saya penyakit. Mungkin ini cara Allah agar saya berserah dan hanya berharap kepada-Nya. Bukan kepada ilmu, harta, anak atau apapun,” tutur Sonya (49 tahun)