Ketika Keterbatasan Tak Menghalangi Cahaya Al-Qur’an

Jan 23, 2026 | Beasiswa, Layanan Pendidikan, News

Di sudut pedalaman Labuhan Batu, ada seorang santri yang menolak menyerah pada keadaan. Namanya Nur Ikhsan Abdullah, kerap dipanggil Ihsan.

Ia merupakan putra seorang guru mengaji di pedalaman dan kini menempuh pendidikan sebagai santri kelas 10 MAS PP Miftahul Jannah An-Nahdliyah, Asahan.

Meski penglihatannya perlahan memudar karena penyakit mata, hal itu tak sedikit pun mengurangi semangat dan kegigihannya dalam menghafal Kalam Ilahi. Lewat Beasiswa Be A Santri (BEASANTRI) dari zakat dan infaq sahabat, Ihsan dapat terus menimba ilmu di pondok pesantren.

Beasiswa Be A Santri adalah beasiswa yang diperuntukkan bagi para santri, khususnya yang berasal dari daerah minoritas muslim, agar mereka kelak siap kembali, mengabdi, dan membina daerah asalnya.

Dengan keterbatasan yang ia miliki, Ihsan tetap melangkah satu ayat demi satu ayat. Hari ini, 5 juz telah ia hafalkan, dan juz ke-6 mulai ia perjuangkan. Usaha yang disertai doa tak pernah sia-sia.

Pada ajang lomba peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di pesantrennya, Ihsan berhasil meraih Juara 1 Murottal Al-Qur’an. Sebuah prestasi yang lahir dari ketekunan, kesabaran, dan kepedulian banyak hati.

Zakat dan infaq sahabat bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ia menjadi amal jariyah, mengalir bersama setiap ayat yang dibaca, setiap ilmu yang diamalkan, dan setiap kebaikan yang kelak ditularkan Ihsan saat kembali membina umat di daerahnya.

Karena ketika satu santri dipersiapkan dengan baik, sejatinya kita sedang menjaga masa depan Al-Qur’an dan peradaban itu sendiri ■ Indah

0 Comments