Bagi Muhammad Fahri, menjadi relawan adalah cara untuk keluar dari zona nyaman dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin.

Mahasiswa Sastra Arab Universitas Sumatera Utara sekaligus awardee Beasiswa Be A Huffaz Ulil Albab ini memang gemar mengeksplorasi tempat-tempat baru. Baginya, kerelawanan menjadi jalan paling nyata untuk mewujudkan itu.

Program Tebar Qurban (PTQ) pertama kali ia kenal melalui Ulil Albab sebagai bagian dari perjalanannya sebagai penerima beasiswa. Dari sana, Fahri mendapat amanah untuk turun langsung menjadi relawan.

Penugasannya sebagai relawan yang baru pertama kali terjun, membawanya ke Tanah Pinem, Kabupaten Dairi. Perjalanan menuju lokasi cukup menguras tenaga karena jalan yang rusak, meski pemandangan hamparan jagung dan coklat di sepanjang jalan menjadi penawar lelah.

“Menjadi relawan adalah cara saya untuk keluar dari zona nyaman, melihat Indonesia dari sudut pandang yang lebih luas, dan belajar langsung dari kehidupan masyarakat di pelosok yang jarang tersorot,” ungkap Fahri.

Saat menceritakan kesan selama sehari di Tanah Pinem, baginya lokasi itu menyimpan kontras yang kuat: alamnya indah dan subur, tetapi akses jalan yang rusak menunjukkan masih banyak keterbatasan yang dihadapi masyarakat. Di luar itu, sambutan hangat warga, menjadi penghibur dan penyemangat dirinya.

Hal lain yang paling membekas baginya adalah cerita perjuangan warga dalam membangun masjid yang menjadi lokasi penyembelihan hewan qurban PTQ 1447/2026 Ulil Albab. Dari sana, Fahri melihat bahwa qurban bukan hanya soal daging, tetapi juga tentang menjaga kehidupan dan akidah muslim pelosok.

Ada juga kesan kuat lain yang dirasakannya. “Pengalaman ini berpengaruh besar mengubah cara saya memandang hidup. Saya benar-benar menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan kelengkapan atau ketersediaan fasilitas, tetapi lebih kepada seberapa besar kita merasa cukup dan seberapa luas kita mampu berbagi,” tuturnya.

Mengingat pengalaman berharga yang dirasakannya, ia berharap PTQ dapat terus menjangkau lebih banyak lokasi di pelosok, sekaligus menghadirkan perhatian yang berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini jarang tersentuh perhatian sesama kaum muslimin ■ Indah

0 Comments