Sahabat Pendidikan Ulil Albab mempresentasikan sejarah perkembangan aplikasi Tarteel AI melalui kegiatan bertajuk ‘Inspirasi Pendiri aplikasi Tarteel bagi Penghafal Al-Quran’ di LAZ Ulil Albab, Ahad awal Oktober 2025.
“Kegiatan ini menelusuri bagaimana aplikasi fenomenal ini lahir sehingga bisa mengambil inspirasi dari pendirinya,” ungkap Salman, manajer Sahabat Pendidikan Ulil Albab.
Tarteel AI adalah aplikasi berbasis artificial intelligence yang mendengar bacaan Al-Qur’an user menggunakan teknologi pengenal suara lalu mengikuti bacaan tersebut, meng-highlight kata demi kata, dan mendeteksi kesalahan yang terjadi serta memberi feedback kepada pengguna.
Diketahui, Tarteel AI mendapat sambutan antusias masyarakat seluruh dunia khususnya para penghafal Al-Quran ditandai dengan sepuluh juta unduhan di play store dan app store dengan review sangat baik.
“Aplikasi Tarteel AI didirikan tiga insinyur software dari Silicon Valley, yakni Abdellatif Abdelfatah dari Twitter (kini X), Anas Abou Allaban-Amazon, dan Mohamed Moussa-Facebook. Ketiganya mendirikan aplikasi ini pada 2018,” papar Tria Tanti, S.Kom (alumni beasiswa Ulil Albab) dalam presentasinya.
Menurut manajer Akademi Tahfiz Ulil Albab yang membawahi program BEAHUFFAZ tersebut, aplikasi seperti ini hanya mungkin wujud jika kepakaran teknologi informasi dan wawasan dunia hifdzil Qur’an berpadu dalam diri para founder-nya.
“Minat menghafal Al-Quran terus tumbuh di kalangan profesional, sayangnya mereka sering terkendala akses guru. Tujuan alat ini awalnya mensiasati hal ini. Jadi jadwal setoran ke guru tetap ada, waktu jeda antar pertemuan dengan guru digunakan untuk murajaah bersama Tarteel AI ini,” kutip Tria.
Dalam paparannya, Tria yang juga seorang hafidz Al-Qur’an tersebut menggarisbawahi perlunya menumbuhkan semangat inovasi oleh mahasiswa jurusan umum dalam aspek pelaksanaan ibadah seperti dilakukan Abdellatif dkk.
Sangat membantu muraja’ah,” kata Algi yang mengaku telah menggunakan versi premium aplikasi ini hampir dua tahun terakhir. Dia juga mengusulkan improvisasi, “Supaya pengembang juga menambahkan fitur wakaf dan ibtida,” saran mahasiswa kedokteran USU tersebut.
Sementara Dila terbantu dengan menu pengingat dan perencanaan hafalan, “Unik dan detil sekali, membantu kita konsisten menjalankan aktivitas menghafal sesuai perencanaan,” cetus mahasiswi Matematika USU yang kini menghafal juz ke-11 ■ Salman






0 Comments