Herman Mendidik Calon Penerus Dakwah

Jun 12, 2025 | Layanan Dakwah, News, Ulil Albab

Di wilayah pedesaan yang tenang dan hijau seperti Jati Kesuma, Gunung Berita, dan Kuta Tengah, yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, umat Islam hidup sebagai minoritas. Suasana ke-Islaman tidak begitu tampak, dan banyak remaja tumbuh dengan tidak mengenal agamanya. Tidak heran, banyak dari mereka masih belum tahu berwudhu’, apalagi membaca Al Qur’an.

Melihat kondisi ini, Herman, da’i yang diutus LAZ Ulil Albab melalui program Korps Da’i Pelosok (KDP), mengambil peran penting. Beliau turun langsung membina umat di desa-desa tersebut. Meski sudah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak, hal itu tidak menghalangi semangatnya untuk turun ke pelosok, membina remaja dari rumah ke rumah.

Pembinaan itu awalnya dilakukan di Desa Namo Rambe. Namun karena akses jalan sangat sulit, terutama saat hujan, akhirnya lokasi dipindahkan ke Desa Kuta Tengah yang lebih mudah dijangkau.

Kegiatan dilaksanakan setiap malam Kamis setelah shalat Isya. Bergiliran di rumah santri. Metode ini membuat santri yang menjadi tuan rumah tak lagi punya alasan untuk tidak hadir. Metode ini juga dilakukan agar kebersamaan antar sesama remaja muslim semakin kuat.

Santri seperti Wahyu Kusmanto dari Gunung Berita termasuk yang tekun hadir. “Dulu saya cuma tahu beberapa huruf hijaiyah, sekarang alhamdulillah sudah bisa ikut baca Alquran, walau masih pelan-pelan,” ujarnya.

Sementara Firman dan Dani, meski kadang absen, tetap menunjukkan semangat saat hadir. “Kalau bisa tetap diusahakan hadir. Senang bisa ketemu kawan-kawan dan belajar bareng. Kadang sering kami saling menertawakan sesama kami …. masa kami sudah sebesar ini belum pandai berwudhu’, kalah sama anak-anak TK,” kata Firman.

“Tiap kali ikut, rasanya beda. Hati jadi adem, kata-kata kasar yang kadang kami dengar di luaran tak kedengaran di sini, ” tambah Dani.

Keluarga mereka pun bersyukur. Banyak dari mereka tak menyangka anak-anaknya yang dulu tak pernah mengaji, setelah dibimbing Herman, kini mulai tertarik belajar agama. Walau yang ikut baru beberapa remaja serta dampaknya belum luas, pastinya ini adalah awal yang baik.

Herman berharap, suatu saat santri binaannya bisa menjadi da’i juga. “Hari ini mereka dibina, besok mereka membina. Banyak da’i yang sudah berumur lanjut. Sudah tidak kuat berdakwah. Banyak juga yang sudah berpulang. Maka, meski terbatas, menurut saya cara dakwah begini harus terus berjalan,” ujarnya.

Menurut Herman, program ini ia rencanakan berkembang agar orang tua para santri juga bisa ikut dalam pembinaan. Ia berharap, secara perlahan, dari rumah ke rumah, cahaya Islam mulai menyala di desa-desa ini.

“Saya target dan berusaha agar orang tuanya bisa ikut tersentuh dakwah sehingga ikut mendukung. Karena terkadang anak-anak itu semangatnya bisa turun kalo orang tua tidak dukung. Tapi, kalo orang tua mendukung, anak juga bersemangat. Semoga cahaya Islam semakin benderang disini,“ harap Herman ■

0 Comments