Be A Huffaz Antarkan Ulil Albab Raih Silver Award di Zakat Awards 2025

Dec 17, 2025 | Beasiswa, Layanan Pendidikan, News, Ulil Albab

LAZ Ulil Albab turut berpartisipasi dalam ajang Zakat Awards 2025 yang mengusung tema “Kuatkan Dampak, Bangun Peradaban”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Zakat Nasional dalam rangkaian CEO OPZ (Organisasi Pengelola Zakat) Forum 2025, sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas tata kelola dan dampak program zakat di Indonesia. Rangkaian kegiatan ini berlangsung sejak September hingga Desember 2025, dengan melibatkan hampir 200 lembaga zakat dari seluruh Indonesia.

Dalam ajang ini, peserta berkompetisi melalui pengajuan portofolio program, portofolio gerakan fundraising, serta portofolio pengelolaan dan operasional lembaga. Zakat Awards 2025 mempertandingkan tiga kategori utama, yaitu Program Initiative, Governance & Operation Initiative, dan Fundraising Initiative.

Proses penjurian tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi dimulai sejak tahap perancangan program. Juri menilai bagaimana program dirancang, dikelola, dan dijalankan, potensi replikasi, serta dampak nyata yang dihasilkan. Mekanisme penilaian juga dibagi berdasarkan jangkauan lembaga, yaitu skala nasional, provinsi, dan kabupaten.

Puncak rangkaian Zakat Awards 2025 ditutup dan diumumkan dalam kegiatan CEO OPZ Forum 2025. Pada puncak acara, Ulil Albab diumumkan sebagai peraih Silver Award Program Initiative, dan penghargaan diserahkan secara simbolis oleh panitia.

Penghargaan tersebut diraih melalui program unggulan Be A Huffaz, yaitu program tahfidz Al-Qur’an bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di jurusan non-ke-Islaman atau program studi umum.

Sejak pertama kali dijalankan pada 2014, program Be A Huffaz telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang.

Salah satu alumni, Luthfi yang kini berada di Belanda, menyampaikan bahwa Al-Qur’an menjadi penjaga nilai-nilai ke-Islaman dirinya di tengah lingkungan yang liberal. Selain Luthfi, ada juga alumni ibu rumah tangga yang menginisiasi rumah tahfidz untuk anak-anak di Aceh Tenggara.

Program Be A Huffaz juga memberikan dampak signifikan di lingkungan kampus. Setiap musim wisuda, jumlah mahasiswa program studi umum yang memiliki hafalan Al-Qur’an terus bertambah.

Selain itu, kontribusi akademik peserta juga meningkat. Sebanyak 8 dari 14 artikel ilmiah populer yang dipublikasikan Majalah Sains dan Astronomi Observatoria OIF UMSU Medan ditulis oleh peserta Be A Huffaz.

“Sebagai inovasi, peserta juga dibekali penggunaan teknologi seperti Tarteel AI, serta penerapan metode proteksi hafalan seperti tasrif. Program ini juga membekali peserta dengan strategi mengelola waktu di tengah padatnya kuliah, termasuk membiasakan setor hafalan melalui pesan singkat dan respons cepat terhadap pertanyaan lanjutan ayat,” ucap Salman, manajer Jaringan Layanan Pendidikan Ulil Albab.

Meski tanpa kehadiran perwakilan saat pengumuman, anugerah Silver Award disambut haru oleh seluruh tim. “Penghargaan ini merupakan hasil ketulusan tim, alumni, dan dukungan para muzakki yang telah mengantarkan para penerima beasiswa menjadi pendakwah Al-Qur’an di berbagai bidang kehidupan,” ujar Salman ■ Indah

0 Comments