Tahun ini kali ketiga Tria menjalani tugas menjadi relawan Program Tebar Qurban (PTQ) Ulil Albab. Pengalaman yang selalu meninggalkan kesan mendalam.
Bagi Tria, PTQ bukan hanya membawa daging qurban, tetapi juga membawa semangat berbagi dan syiar Islam ke daerah-daerah pelosok.
Setiap tahun, Tria selalu terharu melihat antusias masyarakat saat hewan qurban tiba di desa mereka. Ia pernah bertugas di desa dengan jumlah muslim yang sedikit alias minoritas. Bagi sebagian warga, momen itu menjadi kesempatan langka untuk menikmati daging.
Bahkan ia pernah mendengar ada warga yang berkata, “Kalau tidak ada qurban yang datang ke desa ini, mungkin kami tidak akan merasakan daging qurban tahun ini.” Kalimat seperti itu selalu mengingatkannya, betapa besar arti qurban bagi mereka.
Di PTQ 1447/2026 ini, Tria bersama Sajdah, rekan relawan, bertugas di daerah pesisir, tepatnya di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu.

Desa ini merupakan salah satu desa terluas di Pangkalan Susu dan mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, jumlah hewan qurban di desa ini minim. Tidak sebanding dengan jumlah penduduknya.
Nampak kebahagiaan warga saat proses penyembelihan dan pembagian daging qurban. Anak-anak berlarian dengan penuh semangat. Para orang tua menyambut dengan wajah berseri. Masyarakat bergotong royong membantu seluruh rangkaian kegiatan.
Disitulah Tria memahami bahwa qurban bukan hanya tentang membagikan daging, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, mempererat ukhuwah, dan menghidupkan syiar Islam hingga ke pelosok negeri.
Oh ya, ada satu kejadian mendebarkan yang ia alami saat bertugas di Tanjung Pasir. Saat proses penyembelihan, sapi qurban tiba-tiba melawan dan kabur. Semua yang hadir panik. Alhamdulillah, berkat kerja sama warga, sapi berhasil kembali ditangkap.
Saat bersiap kembali ke Medan, warga banyak yang menitipkan salam dan rasa terimakasih kepada para donatur karena sudah memberikan hewan qurban nya di desa mereka ■ Tria





0 Comments