Kita sering menunggu bisa memberi dalam jumlah besar. Menunggu lebih lapang, lebih cukup, lebih siap. Padahal, yang kecil tapi rutin adalah hal yang justru diam-diam menggerakkan banyak kehidupan.
Dari infaq 10 ribu yang sahabat titipkan, perlahan terkumpul menjadi sesuatu yang nyata. Bukan sekadar angka, tapi beras yang bisa dimasak. Nasi yang bisa dimakan. Dan ketenangan yang bisa dirasakan.
Selasa (28/04) sebanyak 300 kg beras disalurkan ke puluhan yatim binaan Muallim Kamil, yang berlokasi di Jl. Bunga Asoka, Gg. Subur, Kec. Medan Sunggal. Di sana, ada 30 anak yatim yang kini bisa menikmati makanan yang lebih layak, bukan hanya hari ini, tapi untuk beberapa waktu ke depan.
Di tempat lain, kebaikan yang sama juga sampai kepada mereka yang mungkin jarang kita pikirkan. Pada hari Sabtu (25/04) sebanyak 180 kg beras juga dibagikan kepada 18 abang becak di Masjid Abidin, Jl. Brigjen Katamso.
Mereka adalah para pejuang keluarga, yang setiap hari menyusuri panasnya jalanan Kota Medan demi satu tujuan sederhana yaitu membawa pulang rezeki untuk keluarga mereka di rumah.
Setiap orang mendapatkan satu karung beras seberat 10 kg. Mungkin terlihat sederhana. Tapi bagi mereka, itu berarti persediaan makanan untuk keluarga minimal selama 10 hari, bahkan kadang lebih.
Artinya, ada hari-hari yang sedikit lebih ringan. Ada kekhawatiran yang sedikit berkurang. Semua itu, berawal dari sesuatu yang kecil. Dimulai dari 10 ribu yang sahabat donatur sisihkan. Dari niat baik yang mungkin terasa sederhana. Tapi ketika dilakukan bersama, dan dilakukan secara konsisten, dampaknya menjadi jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.
Perjalanan kebaikan ini insyaAllah akan terus berlanjut. Masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, dan masih banyak kisah kebaikan yang akan tumbuh dari setiap infaq yang sahabat titipkan.
Melalui berbagai program seperti Beras untuk Mustahik, Sedekah Air Bersih, hingga Sedekah Daging, setiap kontribusi yang terkumpul akan terus diupayakan agar sampai kepada mereka yang membutuhkan, memberi manfaat, dan menghadirkan harapan baru.
Pada akhirnya, kebaikan bukan hanya tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang seberapa luas manfaat yang bisa dirasakan. Dan dari tangan-tangan baik sahabat, lebih banyak senyum bisa dihadirkan hari ini, dan hari-hari berikutnya.





0 Comments