Wakaf buku yang diamanahkan Spirit Nabawiyah Community (SNC), telah diantarkan ke Madrasah Nurul Iman, yang berlokasi di Desa Jandi Meriah, Tanah Karo. Supiatun (kepala sekolah), guru-guru dan puluhan murid menerima wakaf itu dengan gembira dan antusias. Wakaf ini disampaikan, berbarengan dengan aktifitas supervisi tim Sahabat Dakwah Ulil Albab, pada Kamis (25/03).

Supiatun mengatakan, rencananya untuk di awal, para guru akan membacakan buku-buku ini di depan kelas. Targetnya, itu akan berlangsung sejak buku diterima hingga menjelang Ramadhan 1442.

“Untuk merangsang murid-murid. Terutama kelas 4, 5 dan 6. Rencananya, saat puasa nanti akan dipinjamkan satu buku untuk satu anak selama seminggu. Setiap pertemuan, mereka akan diminta bercerita sebagian topik yang baru dibacanya,” jelasnya.

Menjelang Ramadhan madrasah akan tutup. Aktifitas anak-anak dialihkan ke masjid desa. Kegiatannya, setiap hari, setelah ashar hingga menjelang berbuka berlangsung tadarusan Qur’an. Para guru berharap, dengan adanya buku itu, akan ada tadarus plus. Plus-nya adalah pada sesi bercerita dari murid-murid.

Agar para orangtua siswa juga mengetahui pengetahuan dan sejarah Islam, ke depannya madrasah akan meminta setiap orangtua untuk mendampingi anak-anak.

Rencananya, saat madrasah kembali aktif, anak-anak akan diminta bercerita di depan kelas. Yang menguasai isi buku dengan baik, akan diberi hadiah. “Hadiah untuk buat anak-anak senang di madrasah. Hingga mereka akan berpikir, lebih enak sekolah di madrasah daripada di SD,” ucap lulusan UIN itu.

Di akhir pertemuan, Supiatun menyampaikan terima kasih kepada Ulil Albab. “Sejak cerita berseri tentang saya masuk pesbuk, ramai yang nelepon. Menanyakan keperluan madrasah kami,” ujarnya ■ Danil Junaidy Daulay

Share this: