Salah satu ciri lalu lintas di kota besar adalah kemacetan di jalan raya. Memang tidak di semua titik, namun kondisi itu jelas mengganggu dalam banyak hal. Termasuk di Ramadhan, saat jelang azan maghrib.

Banyak dijumpai kaum muslimin yang terjebak macet. Tidak sempat mengejar untuk berbuka di rumah atau masjid terdekat. Mereka juga tidak memiliki persiapan makanan atau minuman untuk berbuka.

Melihat kondisi itu, melalui kegiatan Ifthor On the Street (IOS), Ulil Albab setiap tahun rutin menyiapkan ribuan paket minuman dan makanan ringan untuk berbuka.

IOS dibagikan kepada pengguna jalan di Kota Medan dan sekitarnya. Kegiatan yang sudah berlangsung hampir 10 tahun ini, ditargetkan akan menyasar 6000 penerima manfaat. Akan disebar di 7 titik rawan macet Kota Medan dan Deli Serdang.

Di hari pertama, Senin (19/04), IOS mengambil lokasi di persimpangan antara Jalan Juanda dan Jalan Brigjend Katamso, Medan.  Sebanyak 650 paket takjil dan air minum dibagikan.

Sejumlah 25 relawan turut membantu. Relawan terdiri dari mahasiswa berbagai kampus penerima beasiswa Ulil Albab, dan anak-anak muda yang tertarik bergabung.

Menurut Lasmini Casturiah Dabutar, Sekretaris Panitia Program Berkah Ramadhan Ulil Albab, kegiatan IOS dapat berlangsung dengan dukungan dari berbagai kalangan. “Selain perorangan ada juga komunitas yang bekerjasama dengan kita,” ujar alumnus UNIMED ini.

Nurintan (68), pedagang asongan yang mangkal di lokasi kegiatan, awalnya sempat terkejut. “Senang kali dapat bukaan gratis kek gini. Maunya tiap hari ya,” guraunya sambil tersenyum lebar.

Para relawan sangat bahagia dan menikmati tugasnya. “Ini pengalaman pertama saya. Melihat mereka mau terima saja sudah buat saya senang. Yang lebih seru, kami buka bareng relawan di pinggir jalan. Belum pernah saya merasa sebahagia ini,” ujar Winda Wulandari (20), mahasiswi UINSU jurusan Ilmu Qur’an dan Tafsir. Ramadhan sebelumnya, selalunya ia buka bersama keluarga di Riau ■ Danil Junaidy Daulay

Share this: