News

09 Aug

Ikan Dan Putih Telur Penyembuh Luka

By: admin | Sharing | Comments: 0

“Banyak makan ikan dan putih telur ya”. Kata-kata sederhana ini selalu diucapkan oleh dokter kepada pasien yang telah dilakukan tindakan operasi, baik itu operasi kecil maupun operasi besar. Kebanyakan orang setelah mendapatkan tindakan operasi sering mengalami gangguan nutrisi terutama nutrisi dari protein, sehingga luka tersebut tidak kering bahkan hingga bernanah. Akibatnya luka susah sembuh.

Protein adalah senyawa atau zat yang disebut sebagai asam amino yang berfungsi sebagai zat pembangun dan pendorong metabolisme dalam tubuh. Protein juga komponen terbesar didalam tubuh manusia setelah air.

Jumlah protein 1/6 dari berat badan manusia yang penyimpanannya berada pada otot, tulang, kulit, serta cairan tubuh. Selain itu, protein juga memiliki fungsi penting dalam proses pembentuk jaringan baru di dalam tubuh manusia.

Protein digolongkan menjadi dua jenis, protein nabati dan protein hewani. Protein nabati, yaitu protein yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Protein ini terdapat pada olahan kacang kedelai seperti susu kedelai, tahu, tofu, dan tempe. Selain itu, juga terdapat pada kacang polong, kacang hijau, kacang almond, brokoli, bayam, dan gandum.

Protein hewani, yaitu protein yang berasal dari hewan, seperti semua jenis ikan, daging (tanpa lemak), ayam, susu sapi dan susu kambing, keju, dan putih telur.

Penelitian yang dilakukan Ficus Riza Febrianto (2014) pada 33 orang ibu pasca persalinan caesar, menunjukkan adanya peningkatan percepatan jaringan baru pada luka bekas operasi persalinan caesar setelah diberikan ekstrak ikan gabus selama tiga hari.

Asam amino yang terdapat dalam protein ikan membentuk hormon dan enzim seperti albumin dan Vitamin K, yang berperan dalam pengeringan luka dan mempercepat proses penutupan luka. Asam amino juga membentuk senyawa elastin, kolagen dan keratin. Senyawa bekerja dengan melakukan pembelahan diri dan penyebaran sel baru, sehingga terbentuk jaringan baru dan memperbaharui sel yang rusak.

Pada keadaan normal usia di bawah 50 tahun, asupan protein yang diperlukan tubuh manusia sebesar 0,75 gr/kg BB/hari. Bagi usia di atas 50 tahun, memerlukan asupan protein sebanyak 1 gr/kg BB/hari.

Tetapi bagi orang yang sedang dalam proses penyembuhan luka, kadar protein yang dibutuhkan bisa meningkat hingga mencapai 1,5-2 gr/kg BB/hari. Sedang bagi pasien dengan luka yang cukup serius, seperti luka infeksi atau luka bakar yang serius, membutuhkan asupan protein hingga 3 gr/kg BB/hari. Karena, jika sedang sakit, tubuh mengalami penurunan kemampuan menyerap protein.

Komposisi protein yang tepat dan pengaturan kombinasi menu makanan yang diproses secara baik, serta dibantu dengan nutrisi lain seperti Vitamin C, Vitamin E, dan Zat Besi, akan membantu penyerapan protein di dalam tubuh menjadi baik, sehingga proses penyembuhan luka akan semakin cepat ■ fhps


printer friendly create pdf of this news item