News

01 Aug

Kemiskinan Setia Menemani Wak Ompong

By: admin | Program - Layanan Kesehatan | Comments: 0

“Semenjak ada kalian (Klinik Sahabat Ulil Albab, red) kami terbantu sekali. Pelayanannya ramah, bikin kami senang, obatnya pun cocok sama kami,” ungkap Nur Aini Saragih. Wanita ini adalah salah satu pasien penerima manfaat kegiatan Sahabat Mobile Clinic (SMC), pada Rabu (25/7).

Wanita berusia 60 tahun itu, datang bersama cucunya mengikuti layanan pengobatan gratis SMC, yang diadakan bagi warga dhuafa sekitar kantor Ulil Albab. Wanita yang biasa dipanggil Wak Ompong itu, adalah warga Gang Setia Baru, Kelurahan Kampung Baru, Jl. Brigjen Katamso, Medan.

Lokasi SMC kali ini adalah lokasi rawan banjir yang lokasinya tidak jauh dari Klinik Sahabat. Saat berada di lokasi, relawan menemukan fakta, bahwa ternyata masih banyak diantara warga sekitar, belum mengetahui keberadaan klinik layanan gratis milik Ulil Albab itu.

Oleh sebab itu, keberadaan relawan medis yang menyambangi para pasien langsung di lingkungan mereka tinggal, sekalian menjadi ajang promosi keberadaan sekaligus aktifitas klinik.

Saat giliran dipanggil, kepada tim medis Wak Ompong mengkonsultasikan kondisi kesehatan cucunya. Balita berumur 1,5 tahun itu, hanya memiliki berat badan 7 kilogram. Diduga mengalami kekurangan gizi.



Selain itu, sang cucu juga mengidap sakit kulit, sejenis jamur. Bila sekilas melihat kondisi sekeliling, tak dapat dipungkiri, sanitasi lingkungan yang kurang terjaga serta kemiskinan, menjadi salah satu pintu masuk penyebab masalah kesehatan si balita.

Sedangkan Wak Ompong sendiri, kondisi kesehatannya juga semakin melemah. Dulu ia masih sanggup bekerja serabutan mencari tambahan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup ia dan keluarga. Namun, kini ia harus pasrah dengan kemiskinan yang masih setia menemani usia tuanya.

Kini, ia sudah tidak sanggup. Beragam penyakit semakin sering menghampiri tubuh rentanya. Tercatat, ia termasuk pasien yang rutin berobat ke Klinik Sahabat. Suaminya juga sudah sering sakit-sakitan. Dari 7 orang anaknya, satu masih ditanggungnya berserta cucu. Bersyukurnya, walaupun tidak banyak, dua anaknya rutin mengirim uang.

Sebenarnya, Wak Ompong memiliki kartu BPJS yang pernah diuruskannya. Namun, kesulitan ekonomi membuat ia sudah lama tidak mampu lagi membayarkan biaya bulanannya. Tidak heran, ia sangat merasakan manfaat Klinik Sahabat. “Terima kasih, murah rezeki ya biar bisa terus bantu obatin orang kayak kami,” ujarnya polos ■ isc


printer friendly create pdf of this news item