News

13 Apr

Pengajian Gabungan 3 Kecamatan

By: admin | Program - Layanan Dakwah | Comments: 0

Sejak pagi, secara bergelombang, 250-an jamaah perlahan memadati pelataran bangunan masjid yang belum selesai itu. Lelahnya perjalanan dari desa masing-masing, yang terkadang memakan waktu 2-3 jam, tidak dapat mengalahkan semangat kaum muslimin dari belasan desa itu, dalam mendengar kajian Islam.

Jadwal pengajian bulanan pada Ahad (8/4) yang bernaung di bawah Majelis Ta’lim Attaubah itu, kali ini berlangsung di Masjid Al Hidayah, Desa Barisan Mesin, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Penceramah difasilitasi oleh Sahabat Da’wah Ulil Albab. Apalagi memang, dalam beberapa tahun ini, beberapa desa itu rutin disambangi Ulil Albab, khususnya dalam penyaluran qurban, dan bantuan lainnya.

Pengajian gabungan itu sudah berlangsung belasan tahun. Mulanya digagas guna menyahuti kesulitan kaum muslimin dalam belajar Islam. Tempat tinggal mereka yang jauh, menjadi tantangan tersendiri. Ada yang tinggal di balik gunung. Ada juga di sekitar hutan yang masih jarang penduduk.

Sekalipun menghadapi bermacam kesulitan, semangat mereka sangat tinggi untuk terus meramaikan pengajian yang berlangsung setiap bulan di minggu ke 2. Pernah, majelis ini vakum beberapa bulan. Alhamdulillah setelah berkonsolidasi, kembali berlanjut. Rata-rata 250-300 orang hadir di setiap kegiatan.



Surya Dharma Sembiring, tokoh sekaligus penggerak Islam Dairi, selaku salah satu inisiator pengajian gabungan itu, tidak menampik bahwa aktifitas da’wah itu berpengaruh besar dalam menjaga semangat ke-Islaman muslimin setidaknya di 3 kecamatan, yaitu Tigalingga, Tanah Pinem, dan Gunung Sitember.

Tentang Masjid Al Hidayah sendiri, masjid itu sudah hampir 2 tahun terhenti pembangunannya. Seretnya donasi yang masuk, menjadi alasan panitia. Sebenarnya, desa itu sendiri sudah memiliki masjid lain. Masih dipakai untuk ibadah harian.

Cuma, daya tampungnya sudah tidak lagi memadai bila dilaksanakan even besar. Akhirnya, disepakati membangun masjid yang lebih besar, dengan ukuran 15x15 m2. Namun, kemampuan ekonomi mayoritas warga, sementara ini tidak memadai untuk berswadaya melanjutkan penyelesaiannya.

Di samping Masjid Al Hidayah itu, berdiri Raudhatul Atfal (RA). Saat ini muridnya 19 orang. Sayang, kondisi fisik bangunan sungguh memprihatinkan. “Kalau dilihat dari luar, banyak yang tidak tahu bahwa itu RA,” tandas Suci Prasasti, guru RA. Pengakuan Suci, perbulan para guru mendapatkan gaji Rp 300 ribu.

Semoga kita yang masih diberi banyak kemudahan dalam menuntut ilmu, dapat berkaca pada antusiasme ratusan jamaah Attaubah, yang dengan segenap keterbatasan terus memelihara semangat ber-Islam. Juga pada semangat Suci, dalam berbagi ilmu pada anak-anak muslim pelosok 


printer friendly create pdf of this news item