News

04 Apr

Lismardiah “Kepingin jadi pengusaha yang ciptakan kerja untuk orang lain”

By: admin | Sharing | Comments: 0

Bermula dari menjual hasil kerajinan tangan orang lain, Lismardiah mulai tertarik untuk berwirausaha. Saat itu ia masih duduk di bangku Aliyah. Awalnya, gadis yang tinggal di Marindal II Patumbak ini, menjual boneka danbo buatan temannya.
Sampai suatu saat, sang teman memiliki kesibukan lain. Produksi boneka pun terhenti. Setelah ditunggu sekian lama, tiada harapan produksi akan berlanjut.

Akhirnya Lis, begitu ia biasa disapa, mulai berpikir untuk membuat kreasi sendiri. Apalagi, selama ini telah terbangun kebanggaan dan kebahagiaan diri, dapat memiliki uang saku dari hasil keringat sendiri. Ia tidak ingin itu berhenti begitu saja.

Gadis kelahiran Medan, 21 tahun yang lalu itu, mulai mencoba dengan membuat bros jilbab dari kain flanel. Setelah melihat hasil karyanya, berbagai komentar positif terlontar dari teman-teman sekolahnya. Gadis ceria itupun makin bersemangat untuk terus belajar guna mengembangkan kreasi. Salah satunya dengan belajar otodidak dari video tutorial yang banyak tersedia di internet.

Bros jilbab, buket bunga, boneka wisuda, hingga boneka pengantin, mampu ia buat dengan bahan dasar kain flanel. Konsumennya makin bertambah. Reseller pun mulai direkrut. Ada juga yang menawarkan diri setelah melihat kualitas karyanya.

Perlahan, dengan kegigihan berkarya serta keistiqomahannya menjaga ibadah, anak keempat dari tiga bersaudara ini, mulai merasakan keasyikan berbisnis. Ia sangat terbantu dengan keberadaan jaringan marketing. Orderan reseller rutin didapatkannya.

Tentu, manfaat yang mulai dirasakan orang lain itu sejalan dengan tujuannya membuka usaha. “Kepingin jadi pengusaha yang ciptakan kerja untuk orang lain.” Itulah cita-citanya .



Kini, dengan minimal penghasilan harian 50-100 ribu rupiah, ia tidak lagi meminta uang dari sang bapak yang berprofesi sebagai tukang becak. LIs telah mandiri untuk urusan keperluan kuliah maupun uang saku.

Meski dengan kesibukan berkarya, mahasiswi Ilmu Komunikasi USU angkatan 2015 ini, tak lalai dengan akademiknya. “Di sinilah tantangan untuk pintar-pintar bagi waktu antara kuliah dan usaha, namun Alhamdulillah selalu dapat nilai cumlaude,” tandas gadis hitam manis ini.

Selain membuat kreasi kain flanel, anak pasangan Abdul Jalil dan Mariatik ini juga hobby memasak. Mulai dari pizza, brownies, donat, hingga pisang pasir, mampu ia buat dengan rasa yang tak kalah dari produk serupa yang bermerk.

Namun karena padatnya jadwal kuliah, untuk makanan, Lis hanya menerima pesanan saat libur kuliah. Sedangkan untuk pesanan produk kain flanel, ia memanfaatkan waktu di malam hari atau selepas subuh.

Tidak selalu kemampuan itu ia bisniskan. Ia juga siap berbagi ilmu. Tak jarang ia juga diminta mengisi kegiatan kalangan pendidikan dan sosial, mulai dari kelompok anak sekolah, hingga ibu-ibu PKK. Biasanya ia diminta untuk mengajari pembuatan kreasi kain flanel ■


printer friendly create pdf of this news item