News

09 Feb

Aisyah Aminy

By: admin | Program - Layanan Pendidikan | Comments: 0

Mendirikan pusat belajar Qur’an dan menjadi dosen, adalah cita-cita Aisyah Aminy, putri sulung Supriady dan Dewi. Semangat dan ukiran prestasi mahasiswi yang akrab disapa Ais itu, juga tidak diragukan.

Ais menjadi penerima beasiswa Ulil Albab sejak tahun 2011 hingga saat ini. Sempat berhenti 1 tahun menjadi penerima beasiswa karena harus mondok tahfizh, ia kembali bergabung pada tahun 2017. Ayahnya adalah penarik becak, sedangkan ibunya bekerja sebagai guru di sebuah SD swasta di Medan.

Saat ini, gadis yang telah hafal 24 juz Qur’an itu, menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ia mahasiswi semester 2, jurusan Pendidikan Agama Islam. Ais memiliki kemampuan berbahasa Arab, serta bakat melukis dan kaligrafi.

Perlahan, sejalan dengan cita-citanya, gadis kalem kelahiran Medan 12 April 1998 itu, menguatkan penguasaan bahasa Arab, dengan mengajarkannya secara gratis kepada anak-anak di sekitar rumahnya. Selain itu, kepada anak-anak itu ia juga mengajar Qur’an.

Alhamdulillah banyak yang tertarik. Mulai anak usia 5 tahun sampai remaja 14 tahun, mereka belajar selepas maghrib hingga menjelang isya. Untuk kebutuhan belajar mengajar seperti buku, alat tulis, serta hadiah penyemangat belajar muridnya, Ais biasa menyisihkan dari uang jajannya.

Memanfaatkan momentum masa muda, ia benar-benar memaksimalkan waktunya. Selain kuliah di kampus, ia juga terus memperdalam kemampuan berbahasa Arabnya. Saat ini ia sedang menuntut ilmu di Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, pada level mustawa tsalits.

Prinsip yang dijalaninya, belajar jangan merasa lekas puas. Sementara mengajar, baginya menjadi salah satu ikhtiarnya dalam berbagi.

“Di Ulil Albab banyak dapat pelajaran yang gak didapat dari tempat lain. Semangat belajar tahsin Qur’an pun pertama kali saya dapat dari pembinaan di Ulil Albab. Ais pandai bicara di depan umum, banyak berteman, dan mudah bersosialisasi juga didapat dari sini. Tidak hanya dapat beasiswa, ukhuwahnya juga selalu bikin rindu,” ungkapnya sembari tersenyum.

Semoga dukungan beasiswa Lazis PLN KITSBU, dapat menghantarkan Ais mewujudkan cita-citanya. Aamiin 


printer friendly create pdf of this news item