News

23 Oct

Cici Puspita Sari “Setelah dua bulan bergabung, banyak pelajaran saya dapatkan”

By: admin | Asa | Comments: 0

Pokoknya harus kuliah di negeri ! Itulah tekad gadis kelahiran Sibual, 13 Maret 1999 ini. Ia tahu orang tuanya takkan mampu membiayainya kuliah di universitas swasta.

Alhamdulillah, melalui jalur SNMPTN, bungsu lima bersaudara ini dinyatakan lulus di Jurusan Matematika UNIMED pada tahun 2016 lalu. Dengan modal seadanya dan semangat untuk menuntut ilmu, agar kelak dapat memperbaiki ekonomi keluarga, ia pun berangkat dari rumahnya di Desa Marubun Sipispis, Serdang Bedagai, menuju Medan.

Meski sudah berhasil lulus di universitas negeri, ia tahu itu adalah awal perjuangannya. Sang ayah yang telah pensiun dari pekerjaannya, kini harus bekerja apa saja demi memenuhi kebutuhan keluarga dan kuliah sang anak. Mulai dari buruh kebun karet, sawit, hingga mengarit rumput untuk ternak sapi tetangga.

Sang ayah hanya mampu mengirimkan dana maksimal Rp 50 ribu per minggu untuk biaya makannya. Tak jarang ia kehabisan uang dan beras, menunggak pembayaran buku, hingga tagihan listrik.

Merasakan kondisi sulit itu, gadis enerjik dan penuh semangat ini berupaya mencari jalan agar tetap dapat menuntut ilmu di rantau. “Malam saya ngajar privat, dapat honor 150 ribu per bulan. Libur semester ini kerja di rumah makan di Siantar untuk nabung bayar biaya kuliah,” cetus gadis berhijab panjang ini, saat wawancara seleksi calon peserta beasiswa Sahabat Pendidikan Ulil Albab beberapa waktu lalu.

Untuk menghemat, meski jaraknya terbilang jauh, pada semester pertama, ia memilih berjalan kaki dari tempat kos menuju kampusnya. Syukurnya, pada semester kedua, seorang kakak kos memberi pinjaman sepeda.

Saat ini Cici sudah duduk di semester 3. Perjuangan mencukupi kebutuhan biaya, tidak membuatnya lalai dalam urusan akademis. Bahkan, ia juga menambah bekal diri dengan berbagai keterampilan lain.

Baru-baru ini, ia menjuarai lomba kreasi video pendek yang diadakan oleh LDK Universitas. “Dapat juara pertama, dan sudah ada di youtube. Judulnya Let’s be Hijrah,” ucapnya penuh semangat.

Kini ia resmi tergabung sebagai Peserta Program Beasiswa Ulil Albab. Bersama puluhan peserta lainnya, Cici akan rutin menerima pembinaan dan beasiswa bulanan, yang tentu akan sangat membantu studinya.

“Alhamdulillah, saya dan orang tua sangat bersyukur saat dinyatakan lulus program beasiswa ini. Setelah dua bulan bergabung, banyak pelajaran saya dapatkan, mulai dari bertambahnya hafalan, wawasan keislaman, adab, serta ukhuwah yang terjalin begitu hangat. Saya juga belajar untuk menebar kebaikan bagi mereka yang kurang beruntung di daerah pelosok. Semoga saya dapat tetap menjadi bagian dari keluarga besar Ulil Albab,” harap gadis, yang juga terjun sebagai relawan pada PTQ 1438 H ■


printer friendly create pdf of this news item